Satu dekade yang lalu, Valve pernah mencoba hal yang sama. Hasilnya? Bencana.Steam Machine generasi pertama di 2015 adalah kumpulan PC dari berbagai vendor dengan harga dan spesifikasi yang tidak konsisten, interface yang belum siap, dan basis game Linux yang masih tipis. Orang-orang beli, coba sebentar, lalu kembali ke Windows. Valve akhirnya diam-diam menghentikannya.
Tapi kali ini berbeda setidaknya di atas kertas.
Valve mengumumkan harga dan tanggal rilis resmi Steam Machine pada 22 Juni 2026, tepat kemarin. Harga mulai dari $1.049 untuk varian 512GB tanpa controller, rilis 30 Juni 2026. Pre-order dibuka 25 Juni lewat sistem waitlist sengaja dibuat berbeda dari pre-order Steam Controller yang berantakan sebelumnya.
Dan ini bukan konsol dalam artian tradisional. Ini PC kecil yang kebetulan dirancang untuk kenyamanan ruang tamu.
Spesifikasi Steam Machine 2026 yang Tidak Main-main
Valve membangun Steam Machine dari nol, kali ini tanpa melibatkan vendor pihak ketiga. Semuanya satu spesifikasi, satu software, satu ekosistem.
Di dalam bodi berbentuk kubus berukuran sekitar 152 x 162 x 156 mm dengan bobot 2,6 kg, ada:
- CPU AMD Zen 4 semi-custom, 6 core / 12 thread, boost hingga 4,8 GHz, TDP 30W
- GPU semi-custom RDNA 3 dengan 28 Compute Units, boost 2,45 GHz, TDP 110–130W, VRAM 8 GB GDDR6
- RAM 16 GB DDR5
- Storage NVMe 512 GB atau 2 TB (format M.2 2230)
- Slot microSD kecepatan tinggi
- Port USB lengkap, DisplayPort 1.4, HDMI 2.0
- Power supply internal, mendukung AC 110–240V
GPU-nya secara teknis berada di antara RX 6600 dan RX 7600 dalam hal performa raw kelas menengah kalau kamu bandingkan dengan GPU desktop biasa. Tapi yang membuat angkanya menarik adalah SteamOS. Driver RADV di Linux yang dipakai SteamOS terbukti bisa menghasilkan performa lebih tinggi dari Windows di beberapa skenario, jadi perbandingan satu-satu dengan GPU yang sama di Windows tidak selalu fair.
Valve mengklaim performa keseluruhan 6x lebih kencang dari Steam Deck, dengan target utama 4K 60fps menggunakan FSR 3.
Soal Klaim 4K 60fps, Ini Perlu Dibaca Berulang kali
Valve menyebut 4K 60fps di materi pemasarannya, dan secara teknis itu bukan kebohongan. Tapi ada konteks yang penting.
“4K dengan FSR” bukan berarti render native 4K. FSR 3 bekerja dengan merender di resolusi lebih rendah lalu upscale ke 4K, sehingga hasilnya tidak setajam 4K native meskipun di layar TV 65 inci dari jarak 2–3 meter, perbedaannya memang tidak terlalu kentara.
Yang lebih jujur untuk diharapkan: 1080p hingga 1440p tanpa FSR untuk mayoritas game modern, dan 4K dengan FSR untuk judul yang tidak terlalu berat. Untuk game AAA paling baru dengan ray tracing penuh, ada laporan dari pengujian demo awal bahwa performa bisa turun ke kisaran 30fps di 1440p begitu ray tracing diaktifkan.
Satu catatan teknis yang perlu diperhatikan: VRAM 8 GB. Ini mulai jadi angka yang mepet untuk game-game AAA terbaru yang sering butuh lebih dari 10 GB VRAM. Ke depannya, ini bisa jadi bottleneck nyata, terutama kalau library game PC terus berkembang dengan kebutuhan VRAM yang makin besar.
Harga dan Varian Ada yang Bikin Terkejut
Ini bagian yang paling banyak dibicarakan sejak pengumuman resminya keluar kemarin.
Valve menetapkan tiga konfigurasi harga:
- $1.049 — 512 GB, tanpa Steam Controller
- $1.349 — 2 TB, tanpa Steam Controller
- $1.428 — 2 TB, dengan Steam Controller
Untuk pasar Indonesia, dengan kurs saat ini angka itu berkisar antara Rp17 juta hingga Rp23 juta sebelum pajak dan biaya impor apapun.
Harga ini lebih tinggi dari ekspektasi awal banyak orang. Valve sendiri sempat mengisyaratkan target harga setara PC dengan spesifikasi serupa, dan memang kalau kamu hitung komponen sejenis secara terpisah di pasaran, angka $1.049 tidak terlalu jauh. Tapi yang membuat ini terasa mahal adalah konteks kompetitornya: PlayStation 5 dijual di sekitar $499, Xbox Series X sekitar $449. Keduanya jelas punya GPU yang lebih bertenaga untuk gaming di resolusi tinggi.
Kenaikan harga dari rencana awal disebut-sebut terjadi akibat krisis RAM yang memengaruhi biaya produksi DDR5 dan GDDR6 secara global sepanjang awal 2026. Kalau kamu sedang membandingkan dengan pilihan HP gaming atau konsol lain di kisaran harga yang sama, artikel perbandingan Samsung Galaxy S26 FE yang akan rilis September ini bisa jadi referensi menarik soal tren harga hardware secara umum di 2026.
Bukan Konsol, Tapi Pengalaman Pakainya Seperti Konsol
Ini yang membedakan Steam Machine dari mini PC lain yang speknya mungkin serupa.
Steam Machine berjalan di SteamOS versi Linux yang sudah Valve poles sejak era Steam Deck. Kamu nyalakan, langsung masuk ke interface yang dirancang untuk layar TV dan controller. Tidak perlu setup Windows, tidak perlu install driver satu per satu, tidak ada bloatware. Konsep plug-and-play yang selama ini jadi keunggulan konsol, kini ada di atas fondasi PC.
Di atas itu, kamu tetap dapat akses ke seluruh library Steam kamu. Lebih dari 12.000 game sudah berjalan di SteamOS lewat lapisan kompatibilitas Proton, dan Valve akan menggunakan badge “Steam Machine Verified” untuk game yang sudah dioptimalkan penuh persis seperti sistem Steam Deck Verified yang sudah ada. Kamu bisa cek status kompatibilitas game kamu langsung di halaman resmi Steam Hardware milik Valve.
Dan ada satu fitur desain yang sengaja Valve umumkan untuk membedakannya dari konsol: panel depan magnetis yang bisa dilepas untuk dibersihkan atau diganti, dan Valve akan merilis file CAD-nya supaya pengguna bisa cetak panel custom sendiri lewat printer 3D.
Steam Machine 2026 Tidak Masuk Indonesia, Apa Opsinya?
Pre-order Steam Machine dibuka 25 Juni 2026, dua hari dari sekarang. Tapi mekanismenya tidak sesederhana buka toko dan klik beli.
Valve menerapkan sistem waitlist kamu daftar dulu, lalu secara acak dipilih untuk mendapat kesempatan pre-order. Ini langkah yang diambil Valve sebagai respons atas kekacauan pre-order Steam Controller beberapa bulan lalu yang langsung habis dalam hitungan menit.
Untuk ketersediaan, Valve mengkonfirmasi Steam Machine akan dijual di region yang sama dengan Steam Deck saat ini: Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Australia, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong. Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Untuk kamu yang di Indonesia dan tetap ingin, jalurnya adalah importir dengan semua konsekuensi harga yang lebih tinggi, garansi yang tidak berlaku resmi, dan risiko bea masuk.
Kenapa Ini Berbeda dari Kegagalan 2015
Satu alasan terbesar kegagalan Steam Machine pertama adalah fragmentasi: belasan merek, belasan spesifikasi berbeda, tidak ada standarisasi. Pembeli bingung, developer bingung, support-nya hancur.
Kali ini Valve memegang kendali penuh atas hardware-nya sendiri satu spesifikasi, satu perangkat, satu OS. Ekosistem Proton yang sudah jauh lebih matang sekarang mengizinkan ribuan game Windows berjalan di Linux tanpa modifikasi dari developer. Dan komunitas Steam Deck yang sudah terbentuk selama empat tahun terakhir jadi fondasi yang tidak ada di 2015.
Apakah ini cukup untuk merebut ruang tamu dari PlayStation dan Xbox? Itu pertanyaan yang baru benar-benar terjawab setelah unit pertama benar-benar sampai ke tangan pembeli akhir bulan ini.
Tapi setidaknya kali ini, Valve datang dengan persiapan yang jauh lebih serius.
Steam Machine rilis 30 Juni 2026. Kamu tim yang antri pre-order, atau nunggu review independen dulu sebelum memutuskan? Tulis di komentar.
Baca juga: Final Fantasy Resonance: Game HD-2D Pertama di Franchise FF dan artikel gaming terbaru lainnya di TeknosArena.








