• Home
  • Berita
  • OpenAI Matikan Sora dan Luncurkan Sora 2, Ini Penjelasan Lengkapnya
OpenAI, Sora

OpenAI Matikan Sora dan Luncurkan Sora 2, Ini Penjelasan Lengkapnya

Kalau kamu sempat pakai atau minimal dengar soal Sora tool AI buatan OpenAI yang bisa bikin video dari teks ada cerita menarik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Bukan sekadar update biasa, tapi drama penuh kejutan: produk ditutup mendadak, deal miliaran dolar dengan Disney ikut amblas, dan versi barunya lahir dengan nama yang sama tapi hampir semuanya berbeda. Sora 2

Ini bukan sensasi belaka. Ada alasan teknis dan bisnis yang cukup serius di balik keputusan OpenAI, dan kalau kamu pengguna ChatGPT atau tertarik soal perkembangan AI, ini worth diketahui.

Sora Lama Viral, tapi Boros Komputasi

Sora pertama kali diumumkan OpenAI pada Februari 2024 dan langsung bikin heboh video yang dihasilkannya terasa jauh lebih realistis dibanding tool AI video lain yang ada saat itu. Secara resmi diluncurkan ke publik pada akhir 2024 untuk pengguna ChatGPT Plus dan Pro.

Masalahnya, menjalankan Sora itu mahal. Sangat mahal. Biaya operasional harian Sora diperkirakan mencapai sekitar $1 juta per hari karena kebutuhan komputasinya yang besar dan jumlah penggunanya tidak pernah benar-benar sepadan. Puncaknya sekitar 1 juta pengguna, tapi turun ke di bawah 500 ribu sebelum akhirnya ditutup.

Pada 24 Maret 2026, OpenAI mengumumkan lewat media sosial bahwa mereka menghentikan Sora baik versi aplikasi maupun API-nya. Pengumuman ini singkat dan tanpa banyak penjelasan.

Drama Deal Disney yang Tiba-Tiba Batal

Yang bikin penutupan Sora makin dramatis adalah nasib kemitraan OpenAI dengan Disney. Keduanya sebelumnya sudah menandatangani kesepakatan senilai $1 miliar. Disney bisa menggunakan karakter-karakter mereka (Marvel, Pixar, Star Wars) di Sora, dan pengguna bisa membuat video pendek berbasis karakter tersebut.

Dilaporkan bahwa malam sebelum pengumuman penutupan, tim Disney dan OpenAI masih aktif mengerjakan proyek bersama. Tiga puluh menit kemudian, tim Disney mendapat kabar bahwa Sora dihentikan. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Keputusan itu langsung mengakhiri deal tersebut. Cukup menggambarkan betapa cepatnya OpenAI bergerak dan betapa besarnya tekanan bisnis yang mereka hadapi.

Kenapa Ditutup? Ini Alasan Sesungguhnya

OpenAI tidak pernah secara resmi merinci alasan di balik penutupan ini. Tapi berdasarkan berbagai laporan, ada beberapa faktor yang saling terkait.

Yang paling besar adalah soal efisiensi GPU. ChatGPT Images V2 fitur pembuatan gambar yang diluncurkan hampir bersamaan jauh lebih efisien secara komputasi dan lebih mudah dimonetisasi. Satu video Sora butuh waktu dan daya komputasi yang jauh lebih besar dibanding menghasilkan satu gambar, tapi margin keuntungannya tidak sebanding. OpenAI memilih memfokuskan sumber daya ke produk yang lebih menguntungkan.

Baca juga: [Pilihan apikasi penghasil uang yang Terbukti Bayar — teknosarena.com]

Sora 2 Mulai dari Nol, tapi Lebih Serius

Setelah aplikasi Sora lama resmi dimatikan pada 26 April 2026, OpenAI mengumumkan Sora 2 model generasi video sepenuhnya baru yang mereka bangun dengan pendekatan berbeda.

Kalau Sora pertama diibaratkan sebagai “momen GPT-1 untuk video”, OpenAI menyebut Sora 2 sebagai lompatan ke level GPT-3.5 masih bukan yang paling sempurna, tapi sudah cukup serius untuk digunakan secara nyata.

Beberapa hal yang membuatnya berbeda dari pendahulunya:

Sora 2 jauh lebih akurat soal fisika. Pada model sebelumnya, sering terjadi kejadian aneh seperti bola basket yang “teleport” masuk ring padahal seharusnya gagal masuk. Sora 2 memodelkan ini dengan lebih benar kalau bolanya meleset, dia memang akan mental dari papan, bukan tiba-tiba masuk sendiri. Terdengar sepele, tapi ini menunjukkan pemahaman yang lebih dalam soal bagaimana dunia nyata bekerja.

Sora 2 juga sudah mendukung audio dan dialog yang tersinkronisasi sesuatu yang tidak ada di versi lama. Video yang dihasilkan bisa punya suara latar, efek suara, bahkan dialog yang selaras dengan gerakan di video.

Untuk aksesnya, Sora 2 tersedia gratis dengan batas penggunaan tertentu, dan pengguna ChatGPT Pro bisa mengakses versi Sora 2 Pro yang kualitasnya lebih tinggi. Rencana rilisnya juga mencakup API untuk developer.

Lalu, Apakah Sora 2 Layak Dicoba?

Kalau kamu dulu skeptis sama Sora lama karena hasilnya sering terasa “aneh secara fisika” atau kualitasnya tidak konsisten, Sora 2 memang sudah jauh lebih baik di area itu. Buat kreator konten, YouTuber, atau siapa saja yang sering butuh footage pendek atau visualisasi ide, ini bisa jadi alat yang mulai layak dipertimbangkan.

Yang perlu diingat: Sora 2 tetap punya batasan komputasi, jadi ekspektasi soal kecepatan dan jumlah generasi per hari perlu disesuaikan terutama di plan gratis.

Pesaing terdekatnya saat ini adalah Google Veo 3, yang kabarnya punya keunggulan dari sisi efisiensi komputasi karena Google pakai chip TPU sendiri. Persaingan di ruang AI video generation sebenarnya baru mulai memanas setelah Sora lama pamit.

Baca juga: [Rekomendasi Gadget Gaming Terbaik di 2026, teknosarena.com]

Sora bukan sekadar produk yang gagal dia adalah eksperimen mahal yang mengajari OpenAI banyak hal soal cara membangun AI video yang benar-benar bisa dioperasikan secara berkelanjutan. Versi barunya lahir dari pelajaran itu.

Kalau kamu ingin mencoba Sora 2, aksesnya bisa lewat sora.com saat ini tersedia gratis dengan batas penggunaan yang cukup untuk sekadar eksplorasi.


Artikel ini berdasarkan informasi yang tersedia per Mei 2026. Fitur dan ketersediaan Sora 2 dapat berubah mengikuti kebijakan OpenAI.

Artikel Terkait

Casio G-Shock x Pokémon Resmi: 30 Pokémon di Tali Jam, Sistem Lotere untuk Belinya

Selama tujuh tahun terakhir, setiap kali Casio berkolaborasi dengan Pokémon, hasilnya selalu sama: Baby-G. Jam tangan yang lebih…

ByByWimah Mahmd Jul 2, 2026

WhatsApp Username Resmi Hadir, Chat Tanpa Kasih Nomor HP, tapi Cara Kerjanya Beda dari Telegram

Sejak WhatsApp pertama kali bisa dipakai, satu hal tidak pernah berubah: untuk chat dengan seseorang, kamu harus punya…

ByByWimah Mahmd Jul 1, 2026

Google Potong Biaya Play Store Jadi 20% Setelah Kalah Lawan Epic Game, Gimana nasib Gamer Indonesia?

Selama lebih dari satu dekade, kalau kamu jual aplikasi atau game lewat Play Store, Google ambil 30 persen…

ByByWimah Mahmd Jul 1, 2026

Samsung Galaxy A27 5G Resmi Dirilis: Bawa “Awesome Intelligence”, Snapdragon 6 Gen 3, dan Janji Update Android Sampai 2032!

Samsung baru saja membuat gebrakan di pasar mid-range dengan meresmikan Galaxy A27 5G pada 25 Juni 2026. Kalau…

ByByWimah Mahmd Jun 30, 2026

Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top