Selama bertahun-tahun, Garmin dikenal karena satu hal yang sangat konsisten: layar. Setiap produk mereka dari Forerunner, Fenix, Venu, sampai Vivoactive selalu punya display sebagai pusat interaksi. Data terbaca di pergelangan tangan. Notifikasi muncul. Peta tampil.
Lalu pada 21 Juli 2026, Garmin mengumumkan CIRQA Smart Band dan membalik logika itu sepenuhnya.
Tidak ada layar. Tidak ada notifikasi di pergelangan tangan. Tidak ada data yang bisa dibaca langsung dari perangkat. Satu-satunya indikator yang ada adalah LED status kecil dan satu tombol di sisi band. Semua data detak jantung, tidur, stres, VO2 Max, skor pemulihan hanya bisa dilihat lewat aplikasi Garmin Connect di HP.
Ini adalah produk yang dirancang untuk satu tipe pengguna yang sangat spesifik. Dan kalau kamu masuk ke kategori itu, CIRQA adalah jawaban yang sudah lama tidak ada di lineup Garmin. Kalau tidak ini mungkin terdengar seperti langkah mundur yang aneh dari merek yang selama ini identik dengan data on-wrist.
Garmin CIRQA Smart Band Masuk ke Segmen yang Selama Ini Milik Whoop
Untuk memahami kenapa CIRQA ada, kamu perlu tahu dulu siapa yang selama ini mendominasi segmen fitness tracker tanpa layar.
Whoop adalah jawabannya. Perangkat berbentuk band tipis tanpa display ini sudah bertahun-tahun jadi pilihan utama atlet serius, pelari maraton, pekerja shift malam, dan siapa saja yang mau data kesehatan 24/7 tanpa gangguan notifikasi atau godaan untuk terus cek waktu. Proposisi Whoop sederhana: pakai, lupakan keberadaannya, data terkumpul sendiri.
Tapi Whoop punya satu masalah yang terus jadi keluhan komunitas: biaya langganan wajib. Perangkatnya sendiri tidak dijual terpisah kamu bayar per bulan atau per tahun untuk akses ke data dan platform, dan hardware datang sebagai bagian dari paket itu. Bagi banyak orang, ini terasa seperti kamu tidak pernah benar-benar “punya” perangkatnya.
CIRQA masuk dengan positioning yang berlawanan langsung. Harga satu kali bayar $199,99 atau sekitar Rp3,3 juta. Tidak ada biaya langganan. Data tersimpan di Garmin Connect yang gratis. Bagi pengguna yang selama ini menghindari Whoop semata karena model bisnisnya, CIRQA adalah alternatif pertama dari merek besar yang punya ekosistem dan reputasi setara.
Desain yang Bisa Dipakai di Pergelangan Tangan atau Lengan Atas
CIRQA hadir dalam format band berbahan kain dengan modul sensor yang bisa dipasang di dua posisi: pergelangan tangan seperti jam biasa, atau lengan atas seperti armband olahraga. Posisi mana yang dipilih diatur lewat Garmin Connect perangkatnya sendiri tidak punya mekanisme deteksi otomatis untuk ini.
Fleksibilitas posisi ini bukan fitur kecil. Untuk tidur, banyak orang lebih nyaman dengan tracker di lengan atas karena tidak terasa sesak seperti jam tangan di pergelangan. Untuk olahraga yang banyak melibatkan tangan angkat beban, boxing, gymnastics lengan atas juga memberi pembacaan detak jantung yang lebih stabil karena gerakan pergelangan tidak mengganggu sensor.
Warna yang tersedia: hitam, Captain Blue, French Gray, dan Mauve. Dua ukuran: Small/Medium dan Large. Materialnya ringan dan dirancang untuk kenyamanan 24 jam termasuk saat tidur sesuatu yang selalu jadi pertimbangan utama untuk wearable yang memang dimaksudkan tidak pernah dilepas.
Apa yang Dipantau CIRQA Setiap Hari
Meski tidak punya layar, sensor di dalamnya cukup lengkap untuk pelacakan kesehatan menyeluruh.
Detak jantung dipantau secara kontinyu sepanjang hari. Stress level diturunkan dari Heart Rate Variability (HRV) cara yang sama yang dipakai Whoop dan Garmin di smartwatch mereka untuk mengukur seberapa besar tekanan yang sedang dialami sistem saraf. Pulse Ox atau kadar oksigen darah diukur, termasuk selama tidur untuk deteksi potensi gangguan pernapasan. Suhu kulit dipantau secara terus-menerus, berguna untuk mendeteksi tren kesehatan dan siklus biologis.
Untuk tidur, CIRQA menawarkan pelacakan fase tidur lengkap termasuk deteksi tidur siang otomatis. Data ini masuk ke Garmin Connect dan berkontribusi ke skor Body Battery indikator energi kumulatif yang jadi salah satu fitur paling disukai pengguna Garmin.
Untuk aktivitas, lebih dari 80 profil olahraga tersedia. Tapi ada satu detail penting yang perlu dipahami: CIRQA tidak punya GPS onboard. Untuk lari atau bersepeda di luar ruangan, data jarak dan kecepatan diambil dari HP yang dibawa bersamaan lewat Connected GPS. Ini berarti kalau kamu lari tanpa HP, CIRQA tidak bisa catat rute atau jarak aktual — hanya detak jantung dan waktu.
Metrik lain yang tersedia lewat Garmin Connect: VO2 Max, Training Readiness, Training Status, dan Recovery Time. Untuk perempuan, ada fitur pelacakan siklus menstruasi yang terintegrasi.
Baterai 10 Hari dan Ketahanan Air 5 ATM
Dua angka yang langsung menjadi daya tarik di atas kertas.
Garmin mengklaim daya tahan baterai 10 hari dalam kondisi penggunaan normal artinya pelacakan 24/7 aktif sepanjang waktu tanpa GPS. Ini angka yang cukup kompetitif untuk tracker tanpa layar, dan secara signifikan lebih lama dari kebanyakan smartwatch Garmin yang biasanya 5 – 7 hari di kondisi penggunaan serupa.
Untuk pengisian daya, CIRQA menggunakan port proprietary khas Garmin. Ini konsisten dengan produk Garmin lain tapi berarti kamu perlu kabel khusus tidak bisa charge dengan kabel USB-C biasa yang mungkin sudah jadi standar di semua gadget lain yang kamu punya.
Ketahanan air 5 ATM setara 50 meter kedalaman cukup untuk berenang di kolam dan aktivitas air permukaan. Bukan untuk menyelam, tapi untuk pemakaian sehari-hari termasuk mandi dan olahraga dengan keringat banyak, angka ini sudah lebih dari memadai.
Satu Kompromi yang Perlu Diketahui Sebelum Beli
Ini bagian yang hampir tidak disebut dalam siaran pers resmi Garmin, tapi cukup signifikan untuk dipertimbangkan terutama di harga $199,99.
Sensor optik yang dipakai CIRQA adalah Elevate Gen 4 bukan Gen 5.
Untuk konteks: Elevate Gen 5 sudah dipakai di Index Sleep Monitor yang rilis Juni 2025 dan beberapa produk Garmin terbaru lainnya. CIRQA yang rilis Juli 2026 justru menggunakan generasi sebelumnya. Di level sensor, perbedaan terbesar adalah Gen 5 mendukung ECG sedangkan Gen 4 tidak.
Artinya CIRQA tidak punya kemampuan elektrokardiogram untuk deteksi ritme jantung yang lebih presisi sesuatu yang sudah jadi standar di smartwatch kelas menengah atas bahkan dari merek lain. Di harga hampir Rp3,4 juta, absennya ECG dari sensor yang satu generasi di belakang adalah catatan yang adil untuk disebut.
Kompromi lain yang sudah disebutkan di atas namun perlu ditegaskan: tidak ada GPS mandiri, tidak bisa jeda aktivitas dari perangkat (hanya dari app), dan semua data hanya terbaca di HP tidak ada angka yang bisa dilihat langsung di pergelangan tangan saat sedang olahraga.
Cocok untuk Siapa, Kurang Cocok untuk Siapa
CIRQA punya proposi yang sangat jelas, tapi memang tidak untuk semua orang.
Perangkat ini masuk akal kalau kamu sudah pengguna Garmin yang punya smartwatch dan mau pelacakan data tambahan di waktu-waktu yang tidak ingin pakai jam misalnya saat tidur agar lebih nyaman, atau saat olahraga berat yang tidak mau risiko membenturkan jam tangan mahal. Data dari CIRQA dan smartwatch Garmin-mu akan bergabung di Garmin Connect, memberi gambaran yang lebih lengkap dari keduanya.
CIRQA juga masuk akal kalau kamu selama ini menghindari Whoop bukan karena produknya, tapi karena tidak mau terikat biaya langganan bulanan. Di sini CIRQA menawarkan pengalaman serupa dengan pembayaran satu kali.
Yang perlu ekspektasi lebih realistis: kalau kamu berharap CIRQA bisa menggantikan smartwatch sepenuhnya, ini bukan untuk itu. Tidak ada notifikasi, tidak ada informasi waktu, tidak ada navigasi, tidak ada layar untuk apapun. Dan tanpa GPS mandiri, penggunaan untuk lari serius tanpa HP di saku juga terbatas.
Untuk harga di Indonesia, Garmin belum mengumumkan harga dan jadwal resmi masuk pasar lokal. Berdasarkan pola harga produk Garmin lain yang masuk Indonesia, estimasinya kemungkinan di kisaran Rp3,3 – 3,8 juta tergantung distributor dan pajak impor. Detail resmi bisa dipantau di halaman Garmin Indonesia begitu tersedia.
Garmin CIRQA Smart Band sudah bisa dipesan sejak 24 Juli 2026 lewat situs resmi Garmin dan mitra ritel pilihan di Amerika dan Eropa. Untuk pasar Asia termasuk Indonesia, jadwal ketersediaannya belum dikonfirmasi.
Kamu tertarik dengan konsep tracker tanpa layar, atau justru merasa tidak ada layar itu deal-breaker? Tulis di komentar.
Baca juga review dan berita gadget terbaru di TeknosArena: Casio G-Shock x Pokémon 30th Anniversary dan Honor X80 Pro Max dengan Baterai 11.000 mAh.








